Jaga Daya Tahan Tubuh Anak di Musim Penghujan

DokterSehat.com- Datangnya musim penghujan menjadi waktu yang lebih perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, terlebih lagi untuk anak-anak yang masih memiliki daya imun belum sempurna. Musim ini anak bisa rentan tehadap beberapa penyakit, seperti flu, demam, batuk, dan pilek. Maka dari itu, dibutuhkan daya tahan tubuh yang optimal untuk mencegah penyakit ini. Berikut ini ada beberapa tips yang  dapat Anda lakukan untuk menjaga daya tahan tubuh sang buah hati.
  • Pakaikanlah baju hangat, jaket, sarung tangan, kaos kaki, sarung tangan, dan sepatu hangat sat melakukan aktivitas di luar rumah. Kenakan pakaian yang lebih tebal pada anak atau bayi dibanding yang dipakai oleh orang dewasa. Namun jangan terlalu berlebihan dengan menambahkan selimut tebal dan bantal, khususnya pada bayi. Hal ini dapat menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak, akibat kurangnya oksigen. Jika ingin menutupi dengan selimut, pastikan selimut hanya sampai menutupi bagian dada, jangan sampai menutupi wajah bayi.
  • Dengan suhu dan cuaca yang dingin memang tidak serta merta mengakibatkan pilek dan flu. Namun virus yang menyebabkannya memiliki kecenderungan muncul lebih banyak pada kondisi yang lembab, seperti musim penghujan dan udara dingin. Maka dari itu biasakan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, serta biasakan mencuci tangan sebelum makan, memakai masker, dan membuang bekas tisu setelah bersin atau batuk ke tempat sampah dengan cara yang baik. Diantara hal tersebut, asupan yang bergizi adalah hal yang sangat baik bagi tubuh sebagai penangkal alias daya tahan tubuh.
  • Di saat musim penghujan waktu anak bermain harus dibatasi tentunya. Disaat kondisi dan udara dingin alangkah baiknya bagi Anda untuk mengingatkan mereka kembali secara periodik ke rumah untuk menghangatkan badan. Hal ini untuk mencegah hipotermia.
  • Saat mengantarkan anak ke sekolah, pakaikan perlengkapan hujan yang lengkap. Tidak hanya jas hujan atau payung, siapkan pula sepatu bot, untuk melindungi dari air hujan, genangan air, serta cipratan air yang mengalir di jalan-jalan.
  • Kosongkan wadah air atau menutupnya dengan rapat untuk mencegah adanya nyamuk penyebab demam berdarah. Resiko ini akan sangat berbahaya tidak hanya bagi anak, tetapi juga orang dewasa.
  • Pastikan selalu anak Anda dan keluarga mengkonsumsi air dan makanan yang bersih. Beberapa jenis penyakit seperti kolera dan diare dapat menyerang, disebabkan oleh air yang telah terkontaminasi.
  • Selalu ajarkan dan bimbing anak mencuci tangan dengan benar di waktu-waktu yang tepat.
  • Berikan vaksinasi untuk anak Anda. Bawalah Anak anda ke dokter dan minta rekomendasai vaksin yang tepat untuk Anda.

Pertolongan Pertama Atasi Sawan Anak

DokterSehat.com – Ibu pernah mendengar mitos sawan anak?
Sawan dipercaya oleh masyarakat sebagai gejala kejang-kejang, rewel, yang disertai dengan gejala demam. Menurut cerita yang beredar, gejala seperti ini disebabkan terlanggarnya berbagai macam mitos yang mungkin dilanggar oleh ibu si anak. Menurut Choirun melalui situs kompasiana.com, penyebab anak sawanen antara lain adalah karena si ibu mengkonsumsi daging kambing saat menyusui, si ibu dan bayi mengikuti acara pernikahan, pemakaman, atau dapat juga karena si ibu mengkonsumsi makanan pedas.
Apapun penyebabnya, kondisi bayi yang terkena sawan tergolong sangat mengkhawatirkan. Demam tinggi yang disertai kejang-kejang pada bayi sangat berpotensi merusak otak bayi. Anak yang sawanen berhubungan dengan suatu aliran elektrik yang terdapat dalam tubuhnya.
Aliran elektrik terleput terlepas secara tidak normal dalam otak anak sehingga mengakibatkan timbulnya guncangan pada anak. Anak yang sawanen parah bahkan dapat sampai menggeliat-geliat di lantai, mulut berbusa, bola mata bergerak ke atas, lidahnya tergigit, bahkan sampai hilang kesadaran sejenak. Gejala sawanen yang mencapai level parah sangat mirip dengan gejala epilepsi.
Bagaimana cara memberikan pertolongan pada anak yang terkena sawan?
1. Baringkan anak pada posisi miring atau telengkup agar lidahnya dapat menjulur ke depan sehingga lender yang ada tidak menghalangi aliran masuknya oksigen.
2. Jangan berikan minuman dan makanan apa pun sebelum gejala sawan selesai.
3. Jika bibir anak berubah biru, segera berikan CPR (nafas buatan), karena hal ini berarti anak tidak dapat bernafas.
4. Singkirkan benda-benda yang terdapat disekitar anak yang tengah kejang-kejang.
5. Kurangi suhu badan anak yang tinggi dengan mengusapkan handuk dingin. Hal ini berguna untuk mengurangi kejang-kejang pada anak.
Semoga tips diatas dapat membantu Ibu dalam memberikan pertolongan pertama pada anak yang terkena sawan.

Ibu Obesitas, Anak Berisiko Meninggal Dini


Info Kesehatan - Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu yang memiliki kelebihan berat badan berisiko meninggal sebelum usia 55 tahun.
Dibandingkan dengan ibu yang memiliki berat badan normal, ternyata ibu yang mengalami obesitas sepertiga lebih mungkin memiliki anak yang meninggal sebelum usia 55 tahun, 29% kemungkinan lebih tingginya yang dirawat di rumah sakit dan mengalami serangan jantung, angina, dan stroke adalah anak perempuan yang gemuk.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang memiliki kelebihan berat badan berisiko lebih besar terkena masalah penyakit jantung, diabetes, dan obesitas, namun dalam penelitian baru ini menunjukan dampak yang lebih buruk yaitu lebih mungkin untuk meninggal muda.
Merujuk pada satu teori yang menyebutkan bahwa kelebihan berat badan pada kehamilan dapat menyebabkan perubahan permanen dalam mengendalikan nafsu makan, dan metabolisme energi dalam janin, yang dapat menyebabkan risiko lebih besar terkena masalh jantung dikemudian hari.
Para peneliti gabungan dari Universities Of Aberdee, dan The University of Edinburgh, UK,mempelajari perkembangan 38.000 bayi yang lahir di Skotlandia antara tahun 1950 dan 1976 lalu para peneliti mencatat berat badan tubuh ibu mereka dan memeriksa catatan kematian anak-anak mereka.
Hasilnya menunjukan, bahwa anak-anak mereka memiliki 35% lebih mungkin untuk menderita kematian dini sebelum dan tepat pada usia 55 tahun dengan ibu mereka yang memiliki BMI 30 atau lebih pada saat kehamilan.
Seperti yang kita ketahui bahwa Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh(IMT) dalam bahasa Indonesia adalah ukuran berat badan (kg) seseorang yang dibagi dengan kuadrat dari tinggi badan (meter), sebagai contoh jika orang dewasa memiliki berat 70 kg dan tinggi 175cm berarti dia memiliki nilai BMI 22,9. Adapun nilai BMI bagi orang yang memiliki berat badan normal yaitu 18,5-25, kelebihan berat badan 25-30 dan jika lebih dari 30 berarti mengalami obesitas.
Di antara 28.540 ibu dalam penelitian ini 21% kelebihan berat badan dan 4 % mengalami obesitas, dari 37.709 anak-anak mereka ada sekitar 6.551 mengalami kematian karena beberapa jenis penyebab yang di dominasi oleh penyakit jantung (24 % pria dan 13 % pada wanita), penyebab lainnya seperti kanker menyumbang seperempat dari kematian pada pria dan 2 dari 5 pada wanita.
“Kami perlu mencari tahu bagaimana membantu wanita muda dan anak-anak mereka untuk bisa mengontrol berat badan mereka menjadi lebih baik sehingga mengurangi risiko terkena penyakit kronis menular dari generasi ke generasi,” kata Dr. Sohinee Bhattacharya dari University of Aberdeen, Scotland,UK.
Louise Silverton, direktur bidan di Royal College of Midwives, UK, menambahkan, “Penelitian ini menunjukan pentingnya perempuan yang memulai kehamilan mereka dengan memiliki berat badan yang normal.”
Selain itu tanggapan lain tentang penelitian ini pun diucapkan oleh Doireann Maddock seorang perawat jantung senior di British Heart Foundation,UK, yang juga ikut berkontribusi mendanai penelitian ini, Maddock mengatakan, “Kami tahu bahwa kesehatan seorang ibu pada kehamilan dapat memengaruhi kesehatan janin pada rahim mereka, namun studi ini menunjukan adanya hubungan antara berat badan ibu pada masa kehamilan dan risiko kematian anaknya di masa dewasa nanti.” ujarnya
Well fitnes mania, ada banyak cara untuk bisa mengontrol berat badan Anda, salah satunya dengan berolahraga dan diet sehat !

Sumber: DuniaFitnes

Haruskan Memaksa Anak Makan dalam Porsi Banyak

DokterSehat.com – Tak ada ibu yang ingin melihat anaknya bertubuh kurus kering seperti anak kekurangan gizi. Oleh sebab itulah, tidak sedikit ibu yang justru memaksa anak supaya makan dalam porsi besar agar kebutuhan gizi anak tercukupi. Namun, benarkah gizi anak dapat tercukupi dengan cara memaksa? Benarkah dengan cara memaksa, anak akan terbiasa makan dalam porsi besar seperti yang biasa dianjurkan?
Masing-masing anak akan memberikan reaksi yang berbeda atas pemaksaan porsi makan yang dilakukan oleh para ibu. Ada yang memberikan respon baik dengan menikmati setiap sajian makanan dalam porsi besar. Namun, ada juga yang justru mneimbulkan dampak negative lain yang membahayakan pertumbuhan mental anak. Apa saja dampak buruk dari pemaksaan porsi makan dalam jumlah besar?
  • Anak tertekan
Memaksa anak untuk mengkonsumsi makanan yang tak digemarinya bahkan dalam porsi besar dapat menyebabkan anak merasa tertekan dan berujung pada stress. Bukannya tumbuh sehat, anak Anda justru bisa mengalami tekanan mental yang menyebabkan tumbuh kembang fisik dan mentalnya menjadi kurang optimal. Cobalah cara-cara halus tanpa pemaksaan untuk membuat anak menggemari makanan-makanan sehat. Selain itu, perhatikan juga takaran porsinya. Memakan anak makan dalam porsi besar juga dapat menyebabkan obesitas pada anak. Alangkah baiknya jika berat badan ideal diterapkan sejak dini agra anak tumbuh sehat dan cerdas.
  • Trauma waktu makan
Secara perlehan, anak akan membentuk referensi mengenai makanan mana yang mereka gemari dan mana yang tidak. apabila tiap jam makan, anak selalu menerima pemaksaan untuk mengkonsumsi jenis makanan tertentu dan dalam jumlah yang besar, tidak menutup kemungkinan anak akan mengalami trauma pada saat jam makan tiba. Bisa jadi, ruang makan dan dapur dapat menjadi area yang membangun kesan horror baginya. Bukan tak mungkin saat beranjak dewasa nanti, anak akan lebih senang makan di luar rumah yang lebih bisa menumbuhkan sisi nyaman baginya.
  • Membenci makanan
Tidak semua anak akan memberikan reaksi yang baik saat dipakasa makan. Alaih-alih terbiasa dengan porsi yang Anda tawarkan, anak bisa jadi justru akan membenci makanan yang Anda sajikan. Jika anak terlanjur membenci makanan tersebut, Anda akan kehilangan kesempatan untuk mmebiasakan anak menggemari makanan sehat yang Anda sajikan.

Lebih bijak saat membujuk anak makan ya Bu.

Hindari Hiperaktivitas pada Anak dengan Makanan Sehat Alami

DokterSehat.com- Hiperaktivitas pada anak ternyata berhubungan dengan kebiasaan atau pola makannya. Saat ini sebagian besar anak di dunia lebih banyak menyukai makanan junk food serta jenis makanan lain yang mengandung bahan pengawet dan pewarna makanan. Hal inilah yang menyebabkan hiperaktif yang terjadi pada anak-anak mulai umur tiga tahun. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Southampthon, USA pada 1800 anak telah disimpulkan bahwa makanan sehat saja tidak cukup untuk membantu mengatasi hiperaktivitas pada anak. Namun dengan menjauhkan mereka dari bahan aditif makanan, termasuk pewarna sintetis, pengawet, dan pemanis sintetis, dan menggantikannya dengan sayuran dan buah-buahan akan memiliki perilaku yang lebih jauh trekontrol.
Asupan sayur dan buah-buahan tentunya memberikan gizi dan energi tanpa menghasilkan efek samping hiperaktivitas. Jenis makanan yang kaya akan kandungan kalsium dan magnesium seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, serta susu akan memberikan efek yang menenangkan pada tubuh.
Ada banyak jenis makanan yang sangat dianjurkan, antara lain:
Sayur-sayuran segar seperti seledri, paprika, kemang kol, dan wortel akan yang dimasak dengan bumbu-bumbu alami. Selain itu, dapat pula diolah dalam paduan untuk biskuit. Paling peting adalah dengan tidak memberikan makanan yang mengandung bahan pengawet.
Buah-buahan yang segar, kering, atau beku. Buah-buahan ini mengandung vitamin dengan kandungan gula alami. Simpan buah segar ke dalam kulkas, misalnya potongan buah apel atau pir, pisang, anggur tanpa biji, aprikot, potongan melon, jeruk, berry, dan plum. Buah-buah segar ini juga dapat dicelupkan ke dalam yogurt, atau sajikan campuran buah serta yogurt dengan es krim rendah lemak dalam gelas yang tinggi. Sedangkan buah kering yang baik untuk di simpan antara lain aprikot kering,buah berry atau cranberries, nanas, plum, kismis, apel cincin, serta 100 % sari buah asli. Dapat disajikan pula smoothis dengan campuran buah pisang atau buah beku dengan es, serta susu atau yogurt rendah lemak.
Makanan-makanan dengan kandungan protein dan rendah lemak. Bahan susu seperti yogurt rendah lemak yang disajikan dengan campuran keju, buah segar, dan satu sendok makan sari buah alami. Pilih keju alami yang merupakan jenis keju rendah lemak.
Selain itu kacang-kacangan seperti kacang tanah, almond, kenari, kacang mete serta biji-bijian adalah makanan dengan proten nabati yang sangat baik bagi tubuh. Jenis makanan berserat tinggi seperti oatmeal, tepung gandum, dan sereal juga dapat ditambahkan dalam sajian menu makan anak. Sedangkan pemilihan daging yang akan dikonsumsi, hindari daging olahan seperti pada burger, nuget, sosis, hot dog, serta ikan tanpa tulang. Pilih daging segar dan tanpa lemak, ikan bakar, dan dada ayam.
Sementara permen dengan kandungan gula, tidak sepenuhnya harus dihindari, namun bagi orang tua, pilihkan jenis permen yang tidak mengandung pengawet, pewarna makanan, serta kadar gula yang tinggi. Sedangakan pada coklat, pilihlah coklat hitam yang mengandung antioksidan, pilih dengan kadar gula yang rendah. Coklat yang juga mengandung kafein, sebaiknya dibatasi cukup 45 gram per hari. Anda pun dapat berkreasi dengan membuat kue dari bahan-bahan yang sehat seperti gandum dan kismis.
Beberapa jenis makanan berikut alangkah baiknya untuk dihindari seperti donat, kue kering, kue, dan permen yang mengandung bahan pengawet dan pewarna makanan. Selain itu, hindari minuman yang mengandung gula dan aditif, seperti minuman buah dan soda pop.
 
Copyright © 2014. Sehat Setiap Saat - All Rights Reserved | Template - Maskolis
Proudly powered by Blogger